|
Abdullah Mahmud Hendropriyono, Jenderal TNI (Purn) lahir di Yogyakarta pada tanggal 7 Mei 1945. Sejak tahun 1948 tinggal di kota Jakarta. Pendidikan umum yang ditempuh berturut-turut SR Muhammadiyah Jakarta, SMP Negeri V Jakarta, SMA Negeri II Bagian B / Ilmu Pasti Jakarta, Sarjana Administrasi Negara STIA LAN RI Jakarta lulus tahun 1985, Sarjana Hukum Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) lulus sangat memuaskan dengan skripsi aktual Kertas Karya Perorangan sebagai prasyarat, bagi Pembebasan Bersyarat Narapidana. Sarjana Ekonomi Universitas Terbuka Jakarta lulus tahun 1995 dengan predikat sangat memuaskan, Sarjana Tehnik Industri Universitas Jenderal Achmad Yani Bandung lulus dengan sangat memuaskan, Pascasarjana Administrasi Niaga University of the City of Manila Philippina, Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) lulus tahun 2003 dengan sangat memuaskan. Pendidikan militer di Akademi Militer Nasional di Magelang tahun 1967, Australian Intelligence Course Woodside 1971, United States Army General Staff College Fort Leavenworth USA tahun 1980, Sesko ABRI tahun 1989 lulus terbaik bidang akademik dan kertas karya perorangan terbaik dengan penghargaan Karya Wira Nugraha, KSA VI Lembaga Ketahanan Nasional tahun 1995 lulus terbaik dengan penghargaan Prestasi Tinggi. Kualifikasi keterampilan militer Para-Komando, Terjun bebas militer dan penembak mahir. Jabatan yang pernah diduduki diantaranya Komandan Detasemen Tempur Para Komando, Asisten Intelijen Kodam Jaya tahun 1986 di Jakarta, Danrem 043/Garuda Hitam tahun 1988 di Lampung, Direktur Badan Intelijen Strategis tahun 1990, Panglima Kodam Jaya tahun 1993, Komandan Kodiklat TNI AD 1994, Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan RI tahun 1996, Menteri Transmigrasi dan PPH RI merangkap sebagai Menteri Tenaga Kerja RI pada tahun 1997-1999. Sejak tahun 2001 hingga tahun 2004 menjabat sebagai Anggota Kabinet Gotong Royong/Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Berbagai bintang-bintang dan tanda jasa yang telah dianugerahkan antara lain Bintang Mahaputera Indonesia Adipradana, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya-prestasi, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma, Bintang Dharma, Satya Lencana Bhakti untuk luka-luka di medan pertempuran dan menjadi anggota Veteran Pembela Republik Indonesia ( Pembela / E , NPV : 21.157.220 ).
|